Popular Posts
-
Cara upload flashvortex ke blog/Cara Memasang File Swf Ke Blog Posted by Henry Dwi.s Posted on 23.35 with 6 comments Kali ini sa...
-
Rahasia Menjadi Trainer Profesional yang Handal Beberapa saat lalu saya mendapatkan permintaan oleh seorang teman yang ingin saya menulis ...
-
Sporty Magazine 2 Free Name : Sporty Magazine 2 Author : Herdiansyah Hamzah Url Author : Herdiansyah Hamzah Designer : Bor...
-
Download E-book Materi Tarbiyah – Panduan Kurikulum Da’i dan Murabbi Rabu, 01 Februari 2012 by akhdian.net Setelah susah payah ...
-
Cara Memasang Facebook Like Box/Facebook Fan Page di Blogger Facebook Fan Page adalah salah satu cara terbaik untuk mempromosi...
-
Cara Membuat Polling di Blog Hii sobat blogger... Kembali membuat posting dan kali ini saya akan membahas bagaimana Cara Membuat Pol...
Apa tanggapan anda terhadap Blog ini?
Survey Pilkada
Formula 1 News
Basketball News
Ukuran Banner Iklan
Ukuran Banner Iklan / Promosi Pada Website
Banner
dapat berupa tulisan atau gambar, dengan menampilkan gambar atau
tulisan pada banner yang dibuat dapat menggambarkan secara sederhana dan
mengundang rasa ingin tahu pengujung, dan untuk itu dibuatkan link ke
alamat website tertentu, seperti contoh banner disamping ketika anda
"klik" maka anda akan dibawa pada sebuah website tertentu.
Banner iklan diatas berukuran 125 x 125 pixel (Square Button), ini merupakan salah satu ukuran banner standart.
Ukuran standar banner perlu diketahui, karena akan membantu pengelola
website atau blog dalam menentukan ukuran lay out websitenya, hal ini
penting karena akan mempengaruhi keindahan tampilan website atau blog.
Ukuran Banner Standard, yang populer adalah :
- Leaderboard (728 x 90 pixel)
- Full Banner (468 x 60 pixel)
- Half Banner (234 x 60 pixel)
- Rectangle (180 x 150 pixel)
- Square Button (125 x 125 pixel)
- Micro Bar (88 x 31 pixel)
- Skyscraper (120 x 600 pixel)
- Wide Skyscraper (160 x 600 pixel)
- Large Rectangle (336 x 280 pixel)
Untuk lebih jelasnya dapat anda kunjungi wikipedia, berikut ini adalah gambar ukuran standard banner yang ambil dari wikipedia
coba-coba jadi Trainer
Tips Menjadi Trainer
Beberapa tips berikut bisa membantu:
• Banyak membaca dan belajar, baik dari teori maupun pengalaman
Kapanpun dan di manapun seorang trainer harus terus belajar. Sebab bagaimanapun juga seorang trainer adalah seorang guru. Bagaimana mungkin seseorang bisa mengajarkan sesuatu kalau dia sendiri tidak tahu dan tidak mau belajar?
• Miliki niat yang benar
• Miliki niat yang benar
Menjadi trainer berarti menjadi orang yang menyeru kepada kebaikan dan melarang dari perbuatan buruk dan akhlaq yang tercela. Menjadi trainer bukanlah untuk menjadi idola yang popular dan dipuji banyak orang.
• Percaya Diri & Mampu Menghargai
• Percaya Diri & Mampu Menghargai
Seorang trainer harus memandang baik, benar dan positif terhadap diri sendiri maupun orang lain. Kalau hanya memandang positif terhadap diri sendiri namun tidak mampu memandang positif terhadap orang lain, seorang trainer bisa terjerumus ke dalam arogansi dan kesombongan. • Selalu Siap
Apapun yang terjadi seorang trainer harus siap. Matinya listrik, kekurangan fasilitas, peserta yang tidak antusias, tempat yangtidak representative, ataupun hal-hal di luar perencanaan serta kendala lain harus siap diha dapi. Sebelum training, trainer dapat merencanakan training, mempersiapkan diri, materi serta hal-hal pendukung lainnya dengan baik. Kalau perlu dia melakukan role play atau semacam gladi resik. Akan tetapi dia tidak boleh kaku pada rencana. Ia harus siap dan fleksibel jika ternyata fakta di lapangan tidak sesuai rencana. Akan tetapi jika tidak ada kendala di luar perencanaan dan training diselenggarakan sesuai rencana maka hasilnya akan lebih bagus.
• Memahami kebutuhan training
Training Needs Analysis diperlukan guna mengidentifikasikan kebutuhan training. Caranya bisa dilakukan dengan wawancara, kuesioner, diskusi (FGD), observasi ataupun cara lainnya. Intinya adalah menemukan gap antara knowledge, skill, ability (KSA) yang diinginkan dengan KSA yang terjadi di lapangan. TNA adalah salah satu kunci kualitas training.
• Memahami peserta training (demografi, senioritas, pendidikan, usia, jumlah, latar belakang, jenis kelamin, dsb)
• Memahami peserta training (demografi, senioritas, pendidikan, usia, jumlah, latar belakang, jenis kelamin, dsb)
Perhatikan juga masalah budaya, agama dan nilai-nilai peserta. Metode dan materi sangat tergantung pada siapa materi itu ditujukan. Memahami peserta juga bisa lebih mendekatkan diri pada peserta, menumbuhkan kepercayaan, kehangatan dan antusiasme.
• Mengenal medan dan memilih metode (cara menyampaikan) yang tepat
• Mengenal medan dan memilih metode (cara menyampaikan) yang tepat
Medan yang dimaksud adalah TNA, peserta, situasi, kondisi dan hal-hal terkait lainnya. Metode (how) sangat tergantung dari medan.
• Memberi kesan pertama yang baik. Sapa dan senyum ^ ^. Kenalan yang berkesan.
• Beri kontak mata yang ramah, proporsional dan tidakberlebihan
• Memberi kesan pertama yang baik. Sapa dan senyum ^ ^. Kenalan yang berkesan.
• Beri kontak mata yang ramah, proporsional dan tidakberlebihan
Beri tatapan ke semua peserta dari kanan ke kiri secara adil dan proporsional. Jangan focus pada satu tatapan perhatian saja. Jika takut menatap mata, tatap daerah T di antara kedua mata lawan bicara.
• Bermainlah dengan suara dan kata-kata.
• Bermainlah dengan suara dan kata-kata.
Bicaralah dengan jelas. Jangan tergesa-gesa. Atur kecepatan suara sesuai kondisi peserta. Beri jeda (diam sejenak). Kalau perlu ulangi kata-kata yang penting. Selain itu, beri tekanan dan nada yang bervariasi.
Rahasia Menjadi Trainer Profesional yang Handal
Rahasia Menjadi Trainer Profesional yang Handal
Beberapa saat lalu saya mendapatkan permintaan oleh seorang teman yang ingin saya menulis tentang tips dan trik untuk menjadi trainer. Saya teringat sewaktu saya mulai merintis karir sebagai trainer profesional di sebuah perusahaan, di mana pada waktu itu trainer merupakan salah satu profesi yang masih jarang dipilih oleh orang lain. Waktu itu sekitar 6 tahun lalu, di mana saya mulai belajar bagaimana menjadi seorang trainer profesional yang handal, tentu hingga saat ini.
Dalam perjalanannya, saya seringkali bertemu dengan banyak
trainer-trainer hebat luar biasa. Beberapa di antaranya yang mungkin
juga Anda kenal adalah Jamil Azzaini, Bahroin Suryantara, Ari Ginanjar
Agustian, Ridwan Mukri, Indrawann Nugroho, dan banyak nama-nama trainer top lainnya. Dari mereka saya belajar ada 3 hal yang merupakan rahasia bagaimana menjadi trainer profesional yang handal. Baik Anda yang saat ini baru mulai untuk terjun sebagai trainer, atau bagi Anda yang sudah malang melintang di dunia trainer, tentu ingin mengetahui rahasia ini dengan lebih dalam lagi agar bisa menjadi trainer yang lebih baik lagi. Apa sajakah rahasia itu?
Interest
Rahasia pertama yang perlu diketahui agar menjadi seorang trainer yang handal adalah memiliki ketertarikan yang kuat dalam dunia pelatihan dan materi khusus terkait apa yang dilatih. Jika yang Anda maksud trainer di sini adalah motivator, sebenarnya trainer lebih luas dari itu karena trainer bisa melatih berbagai macam hal, yang intinya adalah menanamkan pengetahuan dan keterampilan kepada trainee nya.Pertanyaannya, sudahkah Anda memiliki interest atau ketertarikan yang tinggi terhadap dunia pelatihan dan juga materi yang ingin Anda ajarkan? Trainer handal selalu menekankan bahwa mereka bisa hebat seperti sekarang ini karena memang mereka tertarik, cinta dengan dunia pelatihan, yang kali ini dapat disingkat menjadi: passion.
Skill & Abilities
Interest saja tidak cukup, melainkan seorang trainer perlu melengkapi diri dengan keterampilan-keterampilan yang diperlukan untuk menjadi seorang trainer yang handal. Keterampilan dan kemampuan yang paling umum dari para trainer terbaik adalah:- Keterampilan Public Speaking dan storytelling yang sangat memukau
- Keterampilan membaca efektif dan cinta buku (pembelajar tangguh)
- Kemampuan untuk mengonsep sebuah pelatihan efektif
- Kemampuan menulis dan merancang slide yang efektif
- Memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi
- Berpikir kreatif dan solutif terhadap masalah yang ada
- Training & Facilitator Skill yang baik
Personality
Aspek ketiga ini tidak kalah penting jika ingin menjadi seorang trainer profesional yang handal. Personality merupakan identitas yang perlu melekat dalam diri seorang trainer secara kepribadian: integritas dan kejujuran. Integritas dalam arti seorang trainer memiliki beban untuk senantiasa bertindak sesuai dengan apa yang dikatakan dan dituliskan. Jujur dalam arti membawakan materi karena tulus untuk mengembangkan orang lain. Banyak trainer yang hanya silau karena melihat kesuksesan trainer lainnya namun lupa bahwa trainer terbaik lahir dari karakter dan prestasi yang memang murni, tidak dibuat-buat.2 tahun saya menjadi trainer untuk pelatihan menulis dan blogging, di mana dalam pelatihan tersebut saya selalu mengatakan kepada trainee untuk membiasakan untuk menulis jika memang ingin menjadi penulis handal. Di sinilah letak sulitnya menjadi trainer, yaitu menjadi teladan dan bertanggungjawab atas apa yang diajarkan. Saya pun akhirnya memaksa diri saya untuk menulis dengan rutin.
Itulah 3 rahasia bagaimana menjadi seorang trainer profesional yang handal. Miliki ketiganya, terus kembangkan, dan selamat Anda sudah memiliki modal utama untuk menjadi trainer handal.
Bagaimana menurut Anda?
Coba-Coba jadi pengusaha
Tips dan Trik Menjadi Pengusaha Sukses
Setiap
pengusaha selalu ingin sukses dalam menjalankan roda bisnisnya. Bahkan
di lima tahun pertama, mereka tak segan-segan ingin mencapai omzet
hingga kisaran angka miliaran rupiah. Namun untuk mewujudkan target
tersebut, tentunya dibutuhkan kerja keras, strategi bisnis, serta
kejelian dari para pelaku usaha. Lalu, kira-kira tips dan trik apa saja
yang perlu dijalankan para pengusaha untuk mendapatkan omzet miliaran
rupiah di lima tahun pertama?Berikut ini kami informasikan tips dan trik menjadi pengusaha sukses yang bisa Anda terapkan untuk mendatangkan keuntungan besar setiap bulannya.
Tetap Konsisten Menjaga Kualitas
Ketika mengawali sebuah usaha, sering kali semangat kita terlalu berlebihan, sehingga tak jarang godaan untuk berbuat curang guna mendapatkan banyak keuntungan terbersit dalam pikiran para pelaku usaha. Biasanya dalam kasus ini, para pelaku usaha cenderung menurunkan kualitas produknya untuk memenuhi kapasitas produksi yang lebih tinggi dan mendatangkan keuntungan yang lebih besar. Meskipun cara ini memang sangat menguntungkan, namun citra baik perusahaan kita dipertaruhkan di mata para pelanggan. Karenanya agar bisnis Anda bisa bertahan hingga lima tahun pertama, tetaplah konsisten menjaga kualitas produk dan buatlah konsumen Anda semakin loyal dengan produk yang Anda pasarkan.
Buatlah perubahan untuk memenangkan persaingan
Dalam dunia usaha, tidak ada perjalanan yang dimulai dan berakhir di tempat yang sama. Bersiaplah untuk melakukan perubahan atau inovasi baru untuk bisa bertahan di tengah ketatnya persaingan pasar. Untuk bisa bertahan, anda perlu menciptakan inovasi baru yang dibutuhkan para pelanggan sehingga bisnis Anda bisa fleksibel sambil berjalan menghadapi persaingan pasar.
Fokus pada apa yang Anda impikan
Agar bisnis Anda bisa memenangkan persaingan pasar, maka fokuslah pada target yang Anda impikan. Delegasikan hal-hal atau pekerjaan yang bukan menjadi keahlian Anda, agar fokus, waktu, serta tenaga Anda tidak terbuang pada hal-hal yang kurang penting. Biasanya kebanyakan pelaku UKM gagal mencapai targetnya karena terlalu banyak keinginan, sehingga apa yang menjadi fokus utama perusahaan malah terabaikan.
Luangkan waktu untuk melakukan riset pasar
rencana bisnis 450x247 Tips dan Trik Menjadi Pengusaha SuksesMeskipun Anda cukup sibuk, namun luangkan sedikit waktu Anda untuk melakukan riset pasar dan siap tanggap dalam menghadapi semua tantangan. Kegiatan ini perlu Anda jalankan dengan rutin di lima tahun pertama untuk mengetahui kegiatan apa saja yang dilakukan para kompetitor, serta mengikuti perkembangan trend atau mode terbaru yang beredar di pasaran. Dengan begitu, Anda bisa sigap dalam menghadapi tantangan pasar dan tidak kalah bersaing dengan produk serupa milik para competitor Anda.
Jangan bertaruh untuk hal baru yang belum yakin berhasil
Banyak pengusaha di Indonesia yang akhirnya bangkrut karena membuat kesalahan dengan melakukan investasi atas bertaruh pada hal baru yang mereka sendiri belum yakin akan berhasil. Untuk menghindari kesalahan tersebut, ada baiknya bila Anda menghabiskan kas kecil untuk mengetes ide baru, dan memilih investasi lebih besar bila memang peluang tersebut sudah terbukti keberhasilannya. Meskipun Anda telah memiliki cukup modal, tapi Anda harus tetap bijak dalam mengelola keuangan usaha.
Semoga informasi tips bisnis yang kami angkat bisa memberikan manfaat bagi para pembaca dan membantu para pemula yang hendak merintis sebuah usaha. Maju terus UKM Indonesia dan salam sukses!
Selamat mencoba tips dan trik menjadi pengusaha sukses diatas
Menulis Cerpen pemula
Delapan langkah Menulis Cerpen untuk Pemula
Bagi
Anda yang baru memulai ingin bisa menulis cerpen, barangkali panduan di
bawah ini bermanfaat. Artikel sederhana ini hanya sebagai referensi,
pengembangannya bisa dilakukan sesuai keinginan sendiri yang paling
mudah dilakukan.
Cerpen
merupakan sebuah cerita tertulis yang mengandung alur, plot, dan pesan
dengan panjang umumnya kurang lebih 1000 kata atau 7000 huruf/karakter.
Langkah-langkah menulis cerpen dapat dilakukan sebagai berikut :
1. Menangkap ide
Langkah
awal agar bisa menulis sebuah cerita adalah memiliki ide cerita. Ide
cerita tidak harus yang rumit-rumit. Kejadian sehari-hari yang dilihat
atau dialami bisa menjadi ide cerita. Ide ini dapat juga dijadikan judul
cerita. Misalnya melihat seorang gadis sedang menyapu halaman. Itu bisa
menjadi ide cerita sekaligus dapat dijadikan judul, “Gadis Penyapu
Halaman”. Kalau judulnya dirasa kurang pas, bisa diganti dengan judul
yang lain.
2. Menulis dengan gaya bahasa sendiri
Langkah
selanjutnya adalah menuliskannya dengan gaya bahasa sendiri. Orang yang
bisa baca tulis tentu bisa melakukannya. Ini yang kadang enggan
dilakukan oleh pemula. Rasa pesimis sudah menghantui padahal belum
mencoba. Bagaimana akan bisa jika mencoba pun tak dilakukan? Menulis
dengan gaya bahasa sendiri berarti menulis dengan gaya yang biasa
dilakukan. Berarti pula menulis sebisanya, ya sebisanya saja. Tak perlu
dipaksakan dengan gaya bahasa yang mendayu ala Khahlil Gibran misalnya.
Kalau bisanya cuma sepanjang 2000 karakter, itu bagus. Itu adalah proses
menuju ke cerpen sepanjang 7000 karakter atau lebih. Kalau suka menulis
narasi saja, itu bagus. Kalau menulis banyak dialognya, itu juga bagus.
Semua bagus, yang penting menghasilkan tulisan.
3 . Membuat paragraf pembuka
Tulisan
yang digores pertama kali adalah paragraf pembuka. Membuat paragraf
pembuka juga tidak perlu rumit-rumit. Namun demikian, yang perlu
diperhatikan bahwa bagian ini adalah bagian yang penting sebagaimana
judul cerpen. Ada yang mengibaratkan bagian ini seperti manekin (patung
pajangan) yang dipasang di etalase sebuah toko. Hal itu berarti harus
menarik, agar pembaca terpancing untuk terus membacanya.
4. Merangkai alur dan plot
Langkah
selanjutnya adalah melanjutkan paragraf pembuka yang sudah ditulis.
Merangkai kejadian demi kejadian. Dialog demi dialog. Narasi demi
narasi. Alur dan plot akan terbentuk dengan sendirinya. Tuliskan saja
apa yang ada di kepala dengan cara Anda sendiri, maka menulis pun
menjadi lancar. Jika hanya berupa narasi dan deskripsi saja, itu bagus.
Jika banyak dialognya juga bagus. Semua sah-sah saja. Jika baru mampu
2000 karakter, itu bagus. Harus dicoba menulis, menulis, dan menulis
lagi. Lambat laun akan bisa mencapai 7000 karakter atau lebih.
5. Membuat paragraf penutup
Paragraf
penutup juga hal yang sangat penting. Bagaimana sebuah cerita menjadi
lengkap dipengaruhi oleh bagian ini. Jika bagian yang disebut ending ini
bagus, maka cerpen pun bisa terdongkrak menjadi cerpen yang bagus.
Bagian ini dapat ditulis dengan ending tertutup, ending terbuka, dan
ending mengejutkan.
6. Mengendapkan tulisan
Setelah
cerpen selesai ditulis, dapat diendapkan terlebih dulu. Waktunya bisa
singkat, bisa lama. Tergantung penulisnya. Pengendapan ini bertujuan
untuk memberi jeda sebelum diedit.
7. Mengedit tulisan
Cerpen
yang telah diendapkan kemudian dibaca lagi. Hal itu untuk mengetahui
kesalahan tanda baca, EYD, logika cerita, dan sebagainya. Lakukan
pengeditan secukupnya. Setelah itu berarti tulisan siap disajikan.
8. Menulis lagi, belajar lagi, menulis lagi, demikian seterusnya
Setelah
menulis satu cerpen, jangan cepat puas. Setelah ada yang menganggap
cerpennya bagus, jangan cepat puas. Setelah cerpennya dimuat di media
cetak, jangan cepat puas. Demikian seterusnya. Menulis lagi, belajar
lagi, dan menulis lagi.
Demikian artikel sederhana mengenai delapan langkah menulis cerpen untuk pemula. Semoga bermanfaat.
Selamat menulis cerpen!
Langganan:
Postingan (Atom)








